TELUK KUANTAN— Gemuruh Sungai Kuantan sudah mulai terasa menjelang pesta budaya terbesar Riau, **Festival Pacu Jalur Event Nasional 2026**. Namun, di balik semangat masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing) yang kian membara, deru persiapan tahun ini diwarnai dinamika dinas pusat dan perjuangan menembus keterbatasan anggaran.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Kuansing masih menanti kepastian resmi dari Jakarta terkait kehadiran Menteri Sosial Republik Indonesia untuk membuka secara resmi helat akbar yang dijadwalkan menggelegar pada **19–23 Agustus 2026** di Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, menegaskan bahwa jika sang menteri berhalangan hadir, tongkat estafet pembukaan arena siap diambil alih oleh pimpinan daerah.
“Apabila nanti Bapak Menteri berhalangan hadir, maka pembukaan Pacu Jalur akan dilakukan oleh Bapak Plt. Gubernur Riau,”* ujar Muklisin usai melantikan Penjabat (Pj) Sekda Kuansing, Drs. Muradi, M.Si, di Pendopo Rumah Dinas Bupati.
Penyelenggaraan tradisi balap perahu panjang legendaris tahun ini bukanlah perkara mudah. Daerah Kuansing secara terbuka mengakui sedang menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat.
Ketua Panitia Festival Pacu Jalur Nasional 2026, Andi Cahyadi, membeberkan jurang anggaran yang lumayan tajam:
* **Kebutuhan Anggaran Total:** \approx \text{Rp6,6 Miliar}
* **Dana Tersewa/Tersedia:** \approx \text{Rp1,2 Miliar}
Untuk menutup selisih pembiayaan tersebut, Pemkab Kuansing tak tinggal diam. Selain menjaring dukungan *Corporate Social Responsibility* (CSR) dari dunia usaha dan sektor swasta, uluran tangan dari Pemerintah Provinsi Riau menjadi nafas segar bagi para atlet perahu. Plt. Gubernur Riau bahkan telah berkomitmen mengucurkan **bantuan langsung Rp1 juta untuk setiap jalur** yang siap berlaga di Tepian Narosa.
Kendati dibayang-bayangi efisiensi anggaran, Plt. Bupati Muklisin menggaransi bahwa kualitas dan kemeriahan festival tidak akan dikorbankan. Seluruh lini—mulai dari teknis arena, aspek pengamanan, pelayanan pengunjung, hingga penataan kawasan—terus dimatangkan secara presisi.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kuansing, Emerson, mengingatkan kembali bahwa Pacu Jalur bukan cuma soal adu kecepatan dayung di atas air, melainkan urat nadi ekonomi warga. Ribuan wisatawan yang berbondong-bondong memadati Teluk Kuantan setiap tahunnya adalah pendorong utama bagi UMKM, sektor perdagangan, dan pariwisata lokal.
Muklisin pun menyerukan gerakan gotong royong seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, tokoh adat, hingga pelaku usaha demi menjaga marwah helat kebanggaan ini.
“Doakan kami bisa bekerja secara optimal. Saya minta seluruh OPD tetap kompak, bersatu, dan penuh semangat dalam menjalankan tugas,”* tutup Muklisin optimistis. (Ardp)






Komentar