**PEKANBARU** – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali membuktikan taringnya dalam urusan tata kelola keuangan daerah. Tak tanggung-tanggung, daerah yang dijuluki *Negeri Jalur* ini sukses mempertahankan opini **Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)** untuk yang ke-15 kalinya secara berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Riau.
Catatan emas ini menegaskan bahwa komitmen Kuansing dalam mengelola duit rakyat tetap berada di jalur yang benar: transparan, akuntabel, dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan masyarakat.
Penyerahan Bersejarah di Pekanbaru
Prestasi bergengsi ini diterima langsung oleh Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, yang didampingi oleh Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tersebut dilakukan di Auditorium BPK RI Perwakilan Riau, Pekanbaru, pada Kamis (18/6/2026).
Laporan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Pengelolaan Pemeriksaan V.II Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V, Dr. Juska Meidy Enyke Sjam, S.E., M.M., AK, CSFA, CertDA, GRCE, CFrA, CIISA, ERMCP, CFE.
Dalam sambutannya, Dr. Juska Meidy memberikan apresiasi tinggi bagi konsistensi Pemerintah Kabupaten Kuansing.
“Opini Wajar Tanpa Pengecualian merupakan bentuk keyakinan bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi pemerintahan. Kami berharap capaian ini dapat terus dipertahankan dan menjadi motivasi untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan yang semakin efektif, transparan dan akuntabel,” ujar Juska Meidy
Merespons prestasi luar biasa ini, Bupati Kuansing, Dr. H. Suhardiman Amby, menegaskan bahwa rekor WTP ke-15 ini bukanlah hasil kerja satu orang atau satu instansi saja, melainkan buah dari sinergi dan kekompakan seluruh elemen di Kuansing.
“Alhamdulillah, capaian ini merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan komitmen seluruh *stakeholder*, mulai dari jajaran Pemerintah Daerah, DPRD, hingga seluruh pihak terkait. WTP ke-15 ini menjadi bukti bahwa kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui pengelolaan keuangan yang baik dan bertanggung jawab,” tutur pria yang akrab disapa Datuk Panglimo Dalam tersebut.
Bagi Suhardiman, penghargaan ini bukanlah garis *finish*, melainkan bahan bakar baru untuk melayani masyarakat dengan lebih baik lagi.
“Prestasi ini bukan tujuan akhir. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pembangunan, serta memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kuantan Singingi,” tegasnya.
Setali tiga uang, Ketua DPRD Kuansing, H. Juprizal, juga mengaku sangat bangga atas pencapaian ini. Menurutnya, mempertahankan opini WTP selama 15 tahun tanpa putus adalah sebuah prestasi langka yang wajib disyukuri oleh seluruh masyarakat Kuansing.
“Ini adalah prestasi seluruh masyarakat Kuansing. DPRD akan terus mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik melalui fungsi pengawasan dan sinergi bersama pemerintah daerah. Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang,” kata Juprizal.
Di tengah ketatnya tuntutan publik terhadap transparansi anggaran hari ini, Kuansing berhasil menjawabnya dengan pembuktian konkret. Bukan sekali atau dua kali, melainkan 15 kali berturut-turut—sebuah pembuktian bahwa amanah rakyat di *Negeri Jalur* dijaga dengan sangat serius.
Acara penyerahan ini juga dihadiri oleh 9 kepala daerah se-Provinsi Riau. Dari jajaran pejabat Kuansing, turut hadir mendampingi Bupati antara lain:
* Sekretaris Daerah Kuansing, Zulkarnain, M.Si.
* Inspektur Daerah, Drs. Rustam.
* Sekretaris Dewan, Andi Zulfitri, M.Sc.
* PLH Diskominfoss, H. Heri Antoni, M.Si.
* Kepala Bagian Umum Setda, Deswan Antoni.
* Sekretaris BPKAD, Syahdar Neli, S.E, Ak., MPA (mewakili Kepala BPKAD). (**)












Komentar