KUANSING – Sore yang tenang di Desa Koto Kombu, Kecamatan Hulu Kuantan, seketika berubah menjadi horor yang mencekam pada Jumat (20/2/2026). Yusmaini, seorang wanita tangguh berusia 60 tahun, harus bertaruh nyawa saat seekor buaya muara menyerangnya secara brutal di tepian Sungai Kuantan.
Sekitar pukul 17.30 WIB, seperti kebiasaan warga setempat, Yusmaini turun ke tebing sungai untuk mandi sore. Namun, di balik permukaan air yang tenang, sepasang mata predator telah mengintai.
Tanpa peringatan, serangan kilat terjadi. Buaya tersebut menyambar kaki dan tangan Yusmaini, mencoba menyeretnya ke dalam gelapnya dasar sungai. Dalam kondisi terjepit dan kesakitan, Yusmaini berteriak sekuat tenaga memecah kesunyian sore.
“Beruntung, teriakan korban didengar oleh warga sekitar yang langsung berlari memberikan pertolongan. Aksi heroik warga membuat predator tersebut akhirnya melepaskan cengkeramannya dan menghilang di balik arus sungai,” ujar Kapolsek Hulu Kuantan, AKP Pardomuan Aris Suranta SH MH.
Setelah berhasil diselamatkan dari rahang buaya, evakuasi cepat pun dilakukan:
* Pukul 18.00 WIB: Korban dilarikan ke Klinik Azam Medika, Lubuk Ambacang.
* Tindakan Lanjut: Karena luka yang cukup serius, ia dirujuk ke RSUD Telukkuantan.
* Hasil Medis: Yusmaini harus menerima 48 jahitan di bagian kaki dekat lutut akibat luka robek yang dalam.
Kabar baiknya, setelah menjalani perawatan intensif, malam itu juga Yusmaini diperbolehkan pulang ke rumahnya untuk menjalani rawat jalan.
Insiden ini bukanlah yang pertama. Sepanjang tahun 2026 yang baru berjalan dua bulan, tercatat sudah dua kali serangan buaya terjadi di wilayah ini. Sebelumnya, seorang balita di Desa Lubuk Ambacang juga menjadi korban pada Januari lalu.
Keresahan kini menyelimuti warga yang menggantungkan hidupnya pada aliran Sungai Kuantan. Menanggapi situasi darurat ini, pihak kepolisian mengambil langkah tegas.
“Kami tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Perikanan untuk langkah mitigasi, mulai dari upaya pengusiran hingga opsi penembakan terhadap predator yang dianggap membahayakan keselamatan warga,” tegas AKP Aris Suranta.
Dihimbau kepada seluruh masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Kuantan untuk tetap waspada, terutama saat beraktivitas di sungai pada waktu subuh dan menjelang magrib, yang merupakan jam aktif predator mencari mangsa. (**)







Komentar