Juara Bertahan Bertabur Atlet Impor Tumbang! Pemacu Lokal Cerenti Cetak Sejarah di Pacu Jalur 2026

Budaya, Daerah, Pariwisata555 Dilihat

TELUK KUANTAN — Gelombang air Sungai Kuantan sore itu menjadi saksi bisu menetesnya air mata haru ratusan ribu pasang mata. Minggu (23/8/2026), sekira pukul 17.00 WIB, Tepian Narosa berubah menjadi lautan emosi saat jalur Alam Cahayo Tuah Nagoghi memotong garis finis dan resmi dinobatkan sebagai Sang Juara Festival Pacu Jalur 2026.

Bukan sekadar raihan trofi, kemenangan anak-anak kampung dari Kecamatan Cerenti ini terasa amat mengoyak dada. Mereka berhasil membuktikan bahwa kebanggaan tanah kelahiran dan tradisi tak bisa dibeli dengan modal apa pun.

Di laga penentu, Alam Cahayo Tuah Nagoghi tampil begitu perkasa melibas juara bertahan, Bintang Emas Cahaya Intan. Jalur lawan bukanlah penantang sembarangan—mereka bertumpu pada deretan atlet dayung profesional sewaan asal Pulau Jawa yang dibayar khusus untuk menang.

Namun, di atas riak air Kuantan, dayung profesional itu harus bertekuk lutut di hadapan ikatan batin pemacu lokal. Putra-putra asli Cerenti mengayuh bukan sekadar mengejar garis finis, melainkan mempertahankan harga diri tanah leluhur mereka

Kemenangan ini langsung memantik gelombang haru di tengah masyarakat. Anggota DPRD Provinsi Riau asal Cerenti, Zuhendri, mengungkapkan betapa dalamnya nilai emosional di balik kayuhan anak-anak daerah tersebut.

“Mereka anak kampung yang sungguh menjiwai pacu jalur sebagai budaya mereka. Siang dan malam mereka berlatih tanpa lelah. Mereka menangis saat kalah, dan kembali berurai air mata bahagia saat menang. Hal yang penuh jiwa seperti ini tidak akan pernah kita temukan pada pemacu bayaran,” tutur Zuhendri penuh haru

Saat meriam penanda kemenangan berdentum, ribuan warga yang memadati sepanjang sungai tak lagi mampu menahan air mata bahagia. Nama Alam Cahayo Tuah Nagoghi dielu-elukan bagai pahlawan. Sore itu, Tepian Narosa tak hanya merayakan sebuah kejuaraan, tetapi merayakan kemenangan jiwa, cinta, dan harga diri putra daerah Kuansing atas tanah kelahirannya. (B.A)

Komentar