KUANSING — Derasnya arus dan dalamnya Sungai Batang Kuantan tak sedikit pun menyurutkan langkah IPDA Toni, SE. Demi menjawab jeritan hati warga dan menegakkan hukum, Kanit Reskrim Polsek Cerenti ini nekat mempertaruhkan keselamatan jiwanya. Tanpa ragu, ia menerjang dingin dan berbahaya aliran sungai demi memastikan rakit Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) musnah tak berbekas, Rabu (16/9/2026).
Aksi heroik ini bermula dari keresahan masyarakat yang melapor melalui Layanan Kepolisian 110. Warga merintih melihat kelestarian sungai mereka terus tergerus oleh aktivitas tambang emas liar di sepanjang Batang Kuantan, mulai dari Desa Koto Cerenti, Kelurahan Koto Peraku, hingga Desa Pulau Jambu.
Mendengar aduan tersebut, tim gabungan yang dipimpin Kapolsek Cerenti IPTU Feri Padli, S.H., bersama Kanit Reskrim IPDA Toni dan unsur Kecamatan Cerenti, bergerak cepat menembus medan. Tiba di lokasi sekitar pukul 10.30 WIB, pemandangan memprihatinkan menyambut mereka: 10 rakit dompeng tengah beroperasi secara liar, merusak ekosistem sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warga lokal.
Mengetahui kedatangan petugas, para pelaku kocar-kacir. Empat rakit bahkan berusaha difungsikan untuk melarikan diri menyeberangi derasnya arus. Namun, api pengabdian di dada IPDA Toni tak bisa dipadamkan oleh rasa takut.
Melihat rakit-rakit penambang liar mulai menjauh, IPDA Toni mendadak melepaskan ketakutannya. Tanpa memedulikan kedalaman air dan bahaya yang mengintai di bawah permukaan Batang Kuantan, ia menyeburkan diri dan berenang menuju tengah sungai. Dengan napas tersengal dan perjuangan ekstra melintasi arus, ia mendekati satu per satu rakit tersebut, merusaknya, lalu memicu kobaran api hingga seluruhnya hangus menjadi arang.
Perjuangan basah kuyup dan bertaruh nyawa itu membuah hasil sempurna: seluruh 10 unit rakit PETI berhasil ditumpas tuntas hingga tak tersisa.
Kapolres Kuansing, AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa bangga atas keberanian luar biasa yang ditunjukkan personelnya di lapangan.
“Setiap laporan masyarakat melalui hotline 110 adalah amanah yang wajib kami tuntaskan. Di lapangan, personel kami membuktikan ketulusan itu—turun tangan langsung, bahkan tak segan masuk dan bertaruh nyawa di sungai demi menegakkan aturan serta melindungi lingkungan masyarakat,” tegas Kapolres dengan penuh rasa bangga.
Tindakan tegas yang juga dihadiri Camat Cerenti, Erialis, S.Sos., beserta jajaran ini menjadi bukti nyata bahwa kepolisian hadir sepenuhnya untuk merangkul dan melindungi warga. Keberanian IPDA Toni menembus arus Batang Kuantan menjadi pesan kuat: suara masyarakat selalu didengar, dan hukum akan tetap ditegakkan demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Masyarakat kini diimbau untuk tidak ragu memanfaat layanan bebas pulsa Call Center 110. Sebab di balik layar telepon itu, ada kepolisian yang siap bergerak cepat dan berani berkorban demi kedamaian bersama.(**)










Komentar