DaerahPeristiwa

Malam Takbiran Berubah Duka: Warga Siberakun Kehilangan Sosok Tercinta Saat Pawai Tabir

500
×

Malam Takbiran Berubah Duka: Warga Siberakun Kehilangan Sosok Tercinta Saat Pawai Tabir

Sebarkan artikel ini

KUANTAN SINGINGI, RIAU – Suasana Suka cita menyambut Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah / 2025 M di Desa Siberakun, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, tiba-tiba berubah menjadi duka mendalam. Pada Minggu malam, 30 Maret 2025, bertepatan dengan malam takbiran yang penuh kegembiraan, seorang Kepala desa bernama Ardilis dalam video atau informasi lebih lanjut, “seorang tokoh masyarat” dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya

Saat tengah berpartisipasi dalam pawai tabir yang menjadi tradisi tahunan di desa tersebut.
Video yang beredar luas di kalangan masyarakat Kuantan Singingi memperlihatkan momen pilu ketika almarhum tiba-tiba tumbang saat ikut serta dalam arak-arakan tabir yang semarak. Sontak, kegembiraan malam itu langsung sirna, digantikan dengan kepanikan dan kesedihan yang mendalam.

Belum diketahui pasti penyebab pasti meninggalnya almarhum. Namun, kejadian tragis ini sontak menyelimuti Desa Siberakun dengan suasana duka yang mendalam. Ratusan ucapan belasungkawa dan doa membanjiri media sosial, kesedihan mendalam atas kepergian sosok yang dikenal baik dan aktif di tengah masyarakat tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’jiun. Kami sangat terkejut dan berduka cita atas kejadian ini. Beliau adalah sosok yang sangat aktif dalam kegiatan desa, termasuk pawai tabir ini
Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar seorang warga Kuansing yang menyampaikan belasungkawanya melalui media sosial.

Kejadian ini menjadi pengingat yang menyentuh tentang betapa singkatnya hidup dan bagaimana duka bisa datang tanpa diduga di tengah kebahagiaan sekalipun. Masyarakat Desa Siberakun kini harus menghadapi Hari Raya Idul Fitri dengan hati yang berduka, kehilangan sosok yang turut memeriahkan tradisi dan menjadi bagian penting dari komunitas mereka.

Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini. Malam takbiran yang seharusnya penuh suka cita di Desa Siberakun kini diwarnai dengan air mata dan doa, sebuah ironi yang mendalam di hari kemenangan umat Islam. (B.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *