KUANSING — Sungguh ibarat peribahasa “air susu dibalas air tuba”. Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, yang sejatinya hadir untuk membantu masa depan generasi muda, justru diwarnai aksi merusak dan pencurian yang sangat memprihatinkan.
Sejumlah oknum siswa di sekolah tersebut diduga kuat nekat memotong dan mencuri kabel-kabel listrik yang telah terpasang di area sekolah. Ironisnya, tembaga dari kabel-kabel tersebut mereka jual hanya demi meraup uang untuk membeli rokok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya, aksi nekat para siswa ini bukan kali pertama terjadi. Kabel listrik instalasi bangunan sekolah dipotong secara sengaja di beberapa titik hingga menyebabkan kerusakan serius dan hilangnya fasilitas vital sekolah.
“Kabel-kabel listrik yang sudah terpasang dipotong-potong oleh oknum siswa. Tembaganya diambil lalu dijual, uangnya dipakai untuk beli rokok. Sudah banyak sekali kabel yang hilang,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya tersebut.
Tindakan ini memicu keprihatinan mendalam dan kemarahan publik. Pasalnya, pemerintah dan pihak sekolah telah memberikan perhatian luar biasa bagi para siswa Sekolah Rakyat. Seluruh kebutuhan harian mereka—mulai dari seragam sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan pribadi seperti sabun dan pasta gigi—seluruhnya ditanggung gratis oleh sekolah.
Namun, perhatian dan kemudahan yang diberikan seolah tak berbekas. Bukannya fokus belajar dan berterima kasih, oknum siswa tersebut justru merusak fasilitas yang disediakan untuk menunjang pendidikan mereka sendiri.
Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Rakyat Kuansing mengenai langkah tegas maupun sanksi disiplin yang akan dijatuhkan kepada para pelaku.
Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, Plt Kepala Sekolah masih memilih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi, meskipun pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi pesan singkat sudah berstatus terkirim dan dibaca (bercentang dua).
Sikap diamnya pihak sekolah ini makin menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat, yang mendesak adanya tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merusak integritas lembaga pendidikan tersebut.(B.A)












Komentar