KUANSING – Aksi pencurian kembali mengguncang Sekolah Rakyat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Belum usai geger kasus pencurian kabel instalasi listrik yang disinyalir melibatkan oknum siswanya sendiri, fasilitas vital sekolah tersebut kembali digondol maling.
Kali ini, sasarannya adalah kabel penangkal petir berbahan tembaga murni berkualitas tinggi serta tutup hidran pemadam kebakaran yang terbuat dari kuningan. Kedua material mahal tersebut hilang tanpa jejak dari area gedung sekolah.
Kabar mengejutkan ini diungkapkan oleh narasumber terpercaya yang menghubungi awak media pada Sabtu (17/10/2026).
“Kabel penangkal petir yang berada di Gedung Sekolah Rakyat kemarin hilang. Tak hanya itu, tutup hidran untuk pemadam api juga ikut raib,” ungkap sumber tersebut dengan nada prihatin.
Pelaku Masih Misterius
Jika dalam kasus pencurian kabel instalasi listrik sebelumnya terindikasi ada keterlibatan oknum siswa, kali ini sosok mengeksekusi kabel penangkal petir dan tutup hidran masih menyisakan teka-teki besar. Belum diketahui secara pasti apakah aksi ini dilakukan oleh ‘orang dalam’ atau melibatkan jaringan spesialis pencari logam berharga dari luar.
Kepala Sekolah Tetap ‘Aksi Bisu’
Di tengah maraknya ancaman keamanan dan kerugian aset negara/daerah di lingkungan sekolah, respon pimpinan sekolah justru menuai tanda tanya besar.
Saat dikonfirmasi wartawan terkait rentetan insiden pencurian fasilitas keselamatan ini, Kepala Sekolah Rakyat Kuansing kembali memilih bungkam. Sikap tertutup dan enggan memberikan keterangan resmi ini kian memperkeruh kecurigaan publik terkait lemahnya pengawasan serta manajemen keamanan di sekolah tersebut.
Pencurian penangkal petir dan alat pemadam api ini bukan sekadar kerugian material, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan fisik gedung dan seluruh warga sekolah dari bahaya kebakaran maupun sambaran petir.(B.A)











Komentar