KUANTAN SINGINGI – Suasana kerja di Toko Baju Bandung Style, Jalan Imam Munandar, Desa Beringin Taluk, mendadak mencekam pada Sabtu malam (28/2/2026). Seorang gadis belia berusia 18 tahun, Dhea Saqira Fitri, menjadi korban penganiayaan brutal yang dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri menggunakan minyak goreng mendidih.
Insiden yang terekam jelas di kamera CCTV sekitar pukul 19.20 WIB tersebut memperlihatkan aksi yang tergolong nekat dan sadis. Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa ini bukan sekadar luapan emosi spontan, melainkan ada tindakan persiapan dari pelaku berinisial I.
“Pelaku tidak terima karena saya suruh-suruh. Kemudian, Saudari I naik ke lantai dua untuk mengambil minyak goreng yang telah dididihkan, lalu turun dan langsung menyiramkannya ke wajah saya,” ungkap Dhea saat dikonfirmasi via pesan singkat, Minggu (1/3/2026).
Langkah pelaku yang sengaja menyiapkan minyak panas di lantai atas sebelum menyerang memicu spekulasi adanya unsur perencanaan dalam aksi kekerasan ini.
Wajah Dhea yang melepuh akibat siraman cairan panas tersebut kini menjadi bukti bisu kekejaman di lingkungan kerja. Tak butuh waktu lama bagi korban untuk menuntut keadilan. Di tengah rasa trauma yang mendalam, Dhea memastikan bahwa kasus ini telah sampai ke meja kepolisian.
“Laporan sudah saya layangkan ke pihak yang berwajib,” tegas Dhea singkat namun penuh penekanan.
Meski video rekaman CCTV telah viral dan menjadi buah bibir masyarakat di Riau, pihak kepolisian tampaknya masih berhati-hati. Hingga berita ini naik cetak, Kasat Reskrim Polres Kuantan Singingi, Gerry Agnar Timur, belum memberikan keterangan resmi terkait status hukum pelaku maupun detail penyelidikan lebih lanjut.
Publik kini menunggu ketegasan aparat penegak hukum. Apakah perselisihan kerja remeh ini akan berakhir dengan ancaman pidana berat bagi pelaku? Mengingat tindakan menyiramkan zat panas ke organ vital seperti wajah dapat dikategorikan sebagai penganiayaan berat yang menyebabkan cacat permanen.
Kasus ini menyoroti rapuhnya manajemen konflik di lingkungan kerja UMKM dan tingkat emosional pekerja yang mengkhawatirkan. Penggunaan instrumen dapur (minyak goreng) sebagai “senjata” menunjukkan degradasi moral yang serius dalam menyelesaikan masalah sepele. (**)













Komentar