HukrimPeristiwaPolri

Skandal Suap Ratusan Juta Guncang Kuansing: Buruh Sawit Jadi Tumbal, Oknum Diduga Lindungi Dalang

624
×

Skandal Suap Ratusan Juta Guncang Kuansing: Buruh Sawit Jadi Tumbal, Oknum Diduga Lindungi Dalang

Sebarkan artikel ini

TELUKKUANTAN – Sebuah skandal besar mengguncang Kuantan Singingi (Kuansing) setelah penangkapan dua buruh kebun sawit asal Nias, FT (34) dan FZ (39), yang dituduh melakukan perambahan hutan. Kasus ini bukan sekadar penegakan hukum biasa, melainkan sarat dengan dugaan kongkalikong dan praktik suap yang melibatkan oknum-oknum tertentu.

Ahmad Fathony, SH, seorang pemantau kasus hukum dan lingkungan hidup Kuansing,

Mengungkapkan bahwa pihaknya menerima informasi yang sangat mengkhawatirkan. “Kami mencium aroma busuk praktik suap dalam kasus ini. Informasi yang kami terima menyebutkan adanya aliran dana hingga ratusan juta rupiah untuk melindungi seseorang yang diduga sebagai dalang utama,” ungkap Fathony dengan nada geram.

Fokus kecurigaan mengarah pada Rian, pria yang menyuruh kedua buruh tersebut bekerja. Anehnya, setelah penangkapan FT dan FZ, Rian justru menghilang bak ditelan bumi. “Kami menduga kuat Rian telah bermain mata dengan oknum-oknum tertentu untuk menghindari jeratan hukum. Ini bukan sekadar dugaan, melainkan informasi yang kami terima dari sumber-sumber terpercaya,” tegas Fathony.

Aliyus Laia, kuasa hukum FT dan FZ, mendesak Polda Riau untuk segera turun tangan menangkap Rian. “Jika Polda Riau tidak bertindak cepat, mustahil Rian bisa ditangkap. Kami sangat yakin ada praktik kongkalikong yang melibatkan oknum-oknum tertentu untuk melindungi Rian,” kata Aliyus dengan nada penuh kecurigaan.

Kasus ini bermula pada 4 Februari 2025, ketika FT dan FZ ditangkap Polres Kuansing di kawasan HPT Batang Lipai Siabu atas tuduhan perambahan hutan. Padahal, keduanya hanya bekerja membersihkan kebun atas perintah Rian. “Klien kami hanyalah buruh kecil yang menjadi korban dari permainan kotor ini. Mereka tidak tahu apa-apa tentang perambahan hutan,” ungkap Aliyus.

Fathony menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap kebenaran di balik skandal ini. “Ini bukan sekadar kasus hukum biasa, melainkan menyangkut nasib rakyat kecil yang menjadi korban dari praktik-praktik kotor. Kami tidak akan tinggal diam,” tegas Fathony.

Kasus ini masih dalam pengembangan, dan publik menanti tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan kongkalikong dan praktik suap ini. Akankah keadilan berpihak pada buruh kecil yang menjadi korban, ataukah dalang utama akan terus terlindungi oleh kekuatan uang dan kekuasaan? (B. A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *