DaerahPeristiwa

Sungai Kuantan Berduka: Kepergian Pria Saleh di Tengah Puasa Sunnah, Diduga Terjatuh Saat Bersuci

163
×

Sungai Kuantan Berduka: Kepergian Pria Saleh di Tengah Puasa Sunnah, Diduga Terjatuh Saat Bersuci

Sebarkan artikel ini

Kuansing – Kabar pilu menyelimuti Desa Teluk Pauh, Kecamatan Cerenti, setelah seorang pria yang dikenal saleh dan tengah menjalankan ibadah puasa sunnah ditemukan menghembuskan nafas terakhir di Sungai Batang Kuantan pada Jumat (4/4/2025) sore. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan segenap warga desa.

Almarhum, yang diketahui memiliki riwayat penyakit sawan, diduga kuat terjatuh saat hendak membersihkan diri di tepian Sungai Kuantan sebelum menunaikan ibadah sholat Jumat. Sebuah kebiasaan mulia yang rutin dilakukannya.

Menurut Pj Kades Desa Pulau Bayur pagi itu sekitar pukul 11.00 WIB, almarhum berpamitan kepada keluarga untuk menuju sungai dengan niat suci, mempersiapkan diri lahir dan batin menyambut ibadah Jumat. Namun, waktu berlalu, dan hingga pukul 14.00 WIB, sosoknya tak kunjung kembali ke rumah.Kecemasan mulai merayapi hati keluarga. Sekitar pukul 14.30 WIB,

Mereka memberanikan diri melaporkan hilangnya almarhum kepada Kepala Dusun. Bersama-sama, dengan hati cemas, mereka menyusuri tepian sungai, tempat almarhum biasa membersihkan diri. Di sana, hanya ditemukan perlengkapan mandi miliknya, menambah kuat firasat buruk yang mulai menghantui.

Kekhawatiran semakin memuncak mengingat almarhum memiliki riwayat penyakit sawan. Dugaan pilu muncul, kemungkinan penyakitnya kambuh saat ia berada di sungai, merenggut kesadarannya di tengah arus air.

 

Penantian penuh harap akhirnya menemukan titik terang, namun dengan cara yang menyayat hati. Sekitar pukul 16.20 WIB, seorang warga Desa Teluk Pauh yang tengah mencari rezeki di Sungai Batang Kuantan dengan perahunya, tanpa sengaja menemukan jasad almarhum.

 

Lokasi penemuan berada di aliran sungai yang membelah desa, seolah sungai itu sendiri turut berduka atas kepergiannya.
Pj Kades pulau Bayur dengan suara lirih menambahkan sebuah fakta yang semakin mengiris hati. Di hari Jumat yang nahas itu, almarhum ternyata masih setia menjalankan ibadah puasa sunnah enam hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Sebuah amalan yang menunjukkan ketaatannya kepada Sang Khalik hingga akhir hayatnya.

Sementara itu, Kapolsek Cerenti memilih untuk tidak memberikan keterangan rinci terkait penemuan jenazah ini, mengarahkan media untuk berkoordinasi dengan Humas Polres. “Langsung saja kordinasi sm humas polres pak lapsitnya sudah saya krm biar satu pintu,” tuturnya.

Kabar duka ini bagai petir di siang bolong bagi keluarga dan kerabat almarhum. Kepergiannya meninggalkan ruang hampa yang sulit terisi. Proses identifikasi lebih lanjut dan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kematian almarhum diperkirakan akan segera dilakukan oleh pihak kepolisian.

 

Di tengah kesedihan yang mendalam, doa-doa tulus dipanjatkan agar almarhum diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan untuk menghadapi cobaan ini. Kepergiannya menjadi pengingat akan dekatnya kehidupan dan kematian, serta pentingnya mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. (B.A)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *