KUANTAN SINGINGI – Tabir gelap peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, kian tersingkap. Sebuah gudang di Desa Pulau Kedundung, Kecamatan Kuantan Tengah, kini menjadi sorotan tajam setelah diduga kuat menjadi “hub” utama penampungan ribuan slop rokok tak berizin yang membanjiri pasar lokal.
Hasil penelusuran mendalam tim media di lapangan mengarah pada satu nama berinisial Dedek Ia disebut-sebut sebagai pemain kunci yang mengendalikan rantai distribusi berbagai merek rokok ilegal di seluruh wilayah Kuansing. Aktivitas ini disinyalir telah menggurita sejak lama, seolah tak tersentuh hukum meski beroperasi di jantung pemukiman warga.
Hal yang paling memprihatinkan bukan sekadar kerugian negara, melainkan sasaran pasarnya. Investigasi menemukan fakta pahit bahwa rokok-rokok murah tanpa cukai ini telah merambah kalangan pelajar:
* **Siswa SMP & SMA:** Harga yang sangat terjangkau akibat manipulasi pajak membuat rokok ini mudah dibeli oleh anak di bawah umur.
* **Dampak Masa Depan:** Fenomena ini dipandang sebagai ancaman serius bagi kesehatan dan moral generasi emas Kuansing.
### **Di Mana Ketegasan Aparat?**
Hingga berita ini diturunkan, publik masih mempertanyakan komitmen aparat penegak hukum. Baik pihak **Bea Cukai** maupun **Polres Kuansing** dinilai belum menunjukkan langkah konkret atau tindakan tegas untuk memberangus gudang tersebut maupun menangkap otak di baliknya.
“Ini bukan hanya soal kerugian negara dari sektor cukai, tapi soal pembiaran terhadap perusakan kesehatan anak-anak kita. Mengapa gudang yang sudah jelas lokasinya masih dibiarkan beroperasi?” tegas salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Masyarakat Kuansing kini menanti pembuktian dari jargon “penegakan hukum tanpa pandang bulu”. Desakan agar pihak berwenang segera melakukan penggerebekan dan menyeret para pelaku ke meja hijau kian menguat.
Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin Kuansing akan dikenal sebagai “surga” bagi penyelundup, sementara negara terus merugi dan generasi muda kian terperosok dalam jerat nikotin ilegal. (**TIM**)










Komentar