**KUANSING** — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi momen yang tak terlupakan bagi Briptu Bima Satria. Personel Bhabinkamtibmas ini sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memborong penghargaan bergengsi atas kinerjanya yang dinilai luar biasa dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tidak tanggung-tanggung, Briptu Bima menyabet penghargaan tertinggi dalam tiga kategori krusial sekaligus: **keaktifan Laporan *Door to Door System* (DDS)**, **kemampuan *Problem Solving* (penyelesaian masalah)**, dan **ketajaman Deteksi Dini**.
Dedikasi ini terasa sangat istimewa mengingat ruang lingkup tugasnya yang tidak mudah. Ia mengayomi empat desa sekaligus di wilayah hukumnya, yaitu Desa Petapahan, Lubuk Terentang, Pisang Berebus, dan Kampung Baru.
Penghargaan ini bukan sekadar formalitas. Di kalangan warga keempat desa tersebut, sosok Briptu Bima dikenal sebagai polisi yang humanis dan “ringan tangan”. Melalui program *Door to Door System* (DDS), ia konsisten menyambangi rumah-rumah warga satu per satu untuk mendengar langsung keluh kesah mereka.
Langkah preventif ini terbukti ampuh. Dengan mendengarkan warga secara langsung, Briptu Bima mampu melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan sebelum menjadi konflik besar. Tak hanya itu, saat terjadi perselisihan antarwarga, ia selalu hadir sebagai penengah yang adil melalui pendekatan *problem solving* yang damai tanpa harus menempuh jalur hukum (*restorative justice*).
“Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar dirasakan manfaatnya. Briptu Bima adalah contoh nyata bhayangkara yang mendedikasikan dirinya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat sejati.”
Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh personel kepolisian, khususnya para Bhabinkamtibmas yang menjadi garda terdepan Polri di tingkat desa, untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik demi terwujudnya Kamtibmas yang kondusif. (Ardepi)











Komentar