​”Nekat Beroperasi Dekat SPBU, Rumah Penampungan BBM Subsidi di Pangean Diduga “Main Mata” dengan Pengelola

Daerah, Hukrim, Peristiwa25 Dilihat

**KUANSING** – Praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kecamatan Pangea Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tampaknya belum jera. Padahal, wilayah ini sempat menjadi sorotan aparat kepolisian.

Baru-baru ini, sebuah Rumah yang diduga kuat menjadi tempat penampungan BBM bersubsidi ilegal berhasil diendus di Desa Sako Kecamatan Pangean,Lebih tepat di Belakang BRI Link, Lokasi  penimbunan ini terbilang nekat, karena berdiri tepat tidak jauh dari Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU)14.295.6126 Kecamatan Pangean

Berdasarkan hasil investigasi tim di lapangan, ditemukan puluhan jerigen berkapasitas besar penuh berisi Pertalite bersubsidi dibelakang Ruko BRI Link yang diketahui milik para Pelangsir.

Aktivitas ilegal ini diduga kuat melibatkan kerja sama “bawah meja” dengan pihak SPBU terdekat. Modusnya pun terbilang klasik namun terorganisir, yaitu dengan cara melangsir Pertalite menggunakan kendaraan tertentu secara berulang-ulang untuk kemudian dikumpulkan di belakang BRI link tersebut.
“BBM bersubsidi itu didapat dan dikumpulkan di belakang Rumah Masyarakat dengan cara dilangsir dari SPBU yang jaraknya tidak jauh dari sana,” ungkap seorang sumber tepercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi temuan ini, masyarakat setempat mengaku gerah dan mendesak jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Riau untuk segera mengambil tindakan tegas.

Keresahan warga bukan tanpa alasan. Berdasarkan catatan hitam yang ada, SPBU Desa Sako ini **pernah digerebek oleh Polres kuansing** terkait kasus serupa. Dalam operasi tersebut, polisi bahkan telah menetapkan dan menahan Dua orang oknum  penimbunan  sebagai tersangka.

Namun kenyatannya, efek jera yang diharapkan tak kunjung datang. Praktik melangsir BBM subsidi justru kembali subur di bawah hidung aparat.

Warga meminta Polres Kuansing tidak hanya menyasar pekerja kecil atau sekadar level Para Pelangsir saja, melainkan harus membongkar tuntas rantai mafia BBM ini hingga ke pemilik Rumah dan pihak manajemen SPBU yang nakal.

“Kami minta Dirkrimsus Polda Riau segera turun tangan langsung ke lapangan. Jangan biarkan hak masyarakat kecil terus dirampok oleh mafia BBM subsidi di wilayah kami,” tegas salah seorang warga setempat.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya meminta konfirmasi resmi dari pihak pengelola SPBU Sako kecamatan Pangean maupun pemilik Rumah  penimbunan BBM bersubsidi tersebut.(**)

Komentar