Sentuhan Melayu-Islami Megah, Arena Utama MTQ ke-XXX Kuansing Segera Rampung!

Agama, Daerah, Pemerintah110 Dilihat

**Teluk Kuantan** — Wajah megah nan agung mulai terpancar dari arena utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Hingga Senin (15/6), progres fisik

pembangunan megaproyek ini sudah memasuki babak akhir (*finishing*) dan bersiap menyambut lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Pantauan di lokasi menunjukkan atmosfer kesibukan yang positif. Struktur panggung utama yang kokoh, gapura yang megah, serta deretan tenda pendukung telah berdiri tegak. Di bawah terik matahari, sejumlah pekerja tampak bahu-membahu melakukan pengecatan, memasang ornamen estetis, dan merapikan area lapangan agar tampil sempurna saat malam pembukaan nanti.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, **Ade Farel**, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin main-main dengan proyek ini. Guna memastikan seluruh fasilitas selesai tepat waktu, sistem kerja lembur pun diterapkan.
“Alhamdulillah, untuk bangunan inti seperti panggung utama, mimbar, dan gapura masuk progresnya sudah menyentuh **95 persen**. Saat ini tinggal penyelesaian detail kecil seperti instalasi lampu hias dan *landscaping*. InsyaAllah pekan ini tuntas total,” ujar Ade Farel optimis saat meninjau lokasi.
>
Ade menambahkan, Dinas PUPR bersama pihak kontraktor sengaja membagi pekerja ke dalam dua *shift* setiap hari. Strategi ini diambil agar seluruh pekerjaan fisik rampung 100 persen jauh sebelum hari H.

“Tim kami lembur siang-malam supaya tidak ada kendala teknis saat pelaksanaan. Meski dikebut, kualitas tetap nomor satu karena ini menyangkut marwah MTQ dan nama baik daerah kita,” tegasnya

Ada yang istimewa dari MTQ tahun ini. Desain arsitektur arena utama sengaja dirancang dengan mengusung konsep **Islami Modern yang dikawinkan dengan sentuhan eksotis budaya Melayu Kuansing**. Kombinasi ini diharapkan mampu memberikan kesan megah, religius, sekaligus kenyamanan ekstra bagi para kafilah dan tamu undangan.
“Kami ingin arena ini bukan sekadar tempat perlombaan musiman, melainkan menjadi ikon baru bagi Kuansing. Arsitekturnya kami rancang representatif agar bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan besar lainnya di masa depan,” jelas Ade.

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap kemegahan fasilitas ini tidak berhenti setelah perlombaan usai. Pasca-gelaran MTQ, kompleks ini akan dialihfungsikan sebagai pusat kegiatan Islami (*Islamic Center*) sekaligus ruang publik bagi masyarakat.

Oleh karena itu, Ade Farel menitipkan pesan mendalam bagi seluruh warga Kuansing untuk bersama-sama menjaga aset berharga ini.
“Setelah MTQ usai, bangunan ini akan terus kami rawat. Kami sangat berharap masyarakat ikut menjaga dan memeliharanya, jangan sampai ada yang merusak. Ini adalah aset bersama untuk syiar Islam di Kuansing,” imbaunya.

Melihat progres yang nyaris sempurna, Pemkab Kuansing optimis gelaran MTQ ke-XXX ini akan berjalan dengan sukses dan spektakuler. Event akbar ini diharapkan tidak hanya sukses secara seremonial, tetapi juga mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang siap mengharumkan nama Kuansing di panggung tingkat provinsi.(Ardp)

Komentar