Tragedi Berdarah di Antrean BBM: Polsek Pangean Ketatkan Patroli

Daerah, Hukrim, Polri155 Dilihat

**PANGEAN** – Suasana antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Pangean yang biasanya riuh oleh deru mesin kendaraan, mendadak berubah mencekam. Sebuah tragedi berdarah pecah di tengah antrean beberapa hari lalu, melibatkan sesama pengantri yang tersulut emosi.

Akibat insiden brutal tersebut, seorang korban dilaporkan bersimbah darah setelah mengalami luka yang sangat serius dan menganga di bagian pelipis wajahnya.

Merespons pecahnya kekerasan di fasilitas publik tersebut, Polsek Pangean langsung bergerak cepat. Untuk mencegah adanya konflik susulan dan mengembalikan rasa aman masyarakat, aparat kepolisian kini menyiagakan personel guna melakukan patroli keamanan rutin secara ketat di area SPBU.

Kapolsek Pangean, **Iptu Aman Sembiring**, menegaskan bahwa kehadiran personelnya di lapangan adalah langkah preventif wajib pasca-insiden.
“Pam/patroli SPBU,” ungkap Iptu Aman Sembiring singkat saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 11.00 WIB.

Meski patroli preventif telah ditingkatkan, kepastian hukum terkait pelaku penganiayaan sadis tersebut masih menyisakan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Saat didesak mengenai perkembangan penangkapan pelaku dan motif di balik pertikaian berdarah tersebut, pihak kepolisian tampaknya masih enggan membeberkan detail secara gamblang.

Terkait kelanjutan penanganan kasus yang menimpa korban, Kapolsek Pangean hanya memberikan jawaban diplomatis.
“Dalam proses, Pak,” ujar Iptu Aman Sembiring singkat, menutup pembicaraan.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu ketegasan aparat kepolisian untuk mengusut tuntas dalang di balik tragedi berdarah ini agar kejadian serupa tidak kembali terulang di fasilitas pengisian bahan bakar.(B.A)

Komentar